Java Jazz MLDSPOT

Tanggal Acara: 
Tuesday, March 15, 2016
Lokasi: 
Instagram
Hall khusus yang dikhususkan untuk Djarum MLD di acara Java jazz festival 2016, pengunjung pun banyak yang terpapar "iklan rokok" tersebut
Djarum MLD membuat Stage Bus Jazz, Bus yang dengan panggung yang bisa dibawa kemana-mana, ada brand rokok banyak tertera di luar Bus ini,
Salah satu performer Java Jazz yang menggunakan hashtag #MLDSpot, hashtag yang dibuat oleh industri rokok sebagai alat promosi
Promosi rokok dengan #MLDSpot bekeliaran sebanyak 200 post di instagram dalam waktu beberapa minggu dan 24, 508 akun/ orang terpapar langsung.
(kanan) Beberapa hashtag lainnya yang disandingkan dengan #MLDSpot supaya menjadi viral
Acara Musik sponsor rokok #MLDSpot tersebar sampai ke daerah-daerah di Indonesia. (Foto: Pacitan)
Sebuah Gimmick raksasa yang dibuat oleh Djarum MLD untuk menarik pengunjung dan sadar akan brand tersebut.
Grup Musik yan dibuat dan sponsori oleh Djarum MLD untuk memeriahkan Java Jazz, nama grup tersebut pun menggunakan brand rokok "MLD Jazz Project".
Banyak buzzer atau pemilik akun media sosial yang ber-followers diatas 10ribu ikut memviralkan hashtag dan acara MLD Spot di dunia maya

Pada kegitan Java Jazz 2016 terdapat 9 hashtag yang menjadi media promosi kegiatan, antara lain:

  1. #JJOTM
  2. #JJF2016
  3. #JavaJazzFestival2016
  4. #GAJJF
  5. #JavaJazzFestival
  6. #JavaJazzFest
  7. #MLDJazzProject
  8. #MLDSpot
  9. #MLDARE2Perform

Pengamatan sosial media dilakukan dengan menggunakan aplikasi hashtracking yang mengamati platform twitter dan instagram. Pengamatan dilakukan sejak tanggal 15 Maret hingga 2 April 2016. Dari hasil pengamatan sosial media dapat diketahui bahwa dari 9 hashtag yang ada, terdapat 5 hashtag dengan postingan terbanyak terutama di instagram yaitu #JavaJazzFestival (17.746 posting), #JJF2016 (11.147 posting), #MLDSpot (8.404 posting), #JavaJazzFestival2016 (5.629 posting), dan JavaJazzFest (2.057 posting).

Pada platform twitter, hashtag #JJF2016 memiliki timeline deliveries tertinggi dengan nilai 28juta sejak tanggal 8 Maret hingga 2 April 2016, dengan jumlah tweet selama satu bulan terakhir sebanyak lebih dari 30ribu tweets. Timeline deliveries untuk hashtag #JavaJazzFestival sejak tanggal 23 Februari hingga 2 April berjumlah 7juta dengan total tweet sebanyak 700 tweets.

Timeline deliveries untuk hashtag #MLDJazzProject lebih tinggi dibandingkan dengan hashtag #JavaJazzFestival dengan total deliveries sebanyak 18juta dari tanggal 23 Februari hingga 4 April 2016 dengan total tweet sebanyak 280.
Sedangkan hashtag #MLDSpot memiliki 1 juta timeline deliveries dengan total tweet sebanyak lebih dari 300 tweets.

Timeline deliveries merupakan perkiraan yang dapat mengukur sejauh mana pesan yang disampaikan melalui twitter sampai pada masyarakat luas pengguna twitter. Timeline deliveries ini dihitung dengan menjumlahkan total followers dari akun yang pertama kali membuat tweet dengan total followers dari akun yang me-retweet.

Dari pengamatan yang dilakukan pada platform twitter, dapat diketahui bahwa hashtag yang digunakan #MLDJazzProject sebagian besar berdampingan hashtag lain dalam dalam sirkulasi penggunaannya. Sebanyak 206 tweets (73% dari total tweets) berdampingan dengan hashtag lain. 66% dari hashtag yang dimanfaatkan untuk digunakan bersama hashtag #MLDJazzProject adalah hashtag #JJF2016. Kontributor terbanyak yang menyumbangkan timeline deliveries untuk hashtag #MLDJazzProject berturut-turut adalah akun @transtv_corp, @rollingstoneina, dan @MLDSPOT. Pada platform instagram, akun yang menyumbangkan pegaruh terbesar untuk hashtag ini adalah @thecommentnet_, @rollingtoneina, dan @monitahalea.

Hashtag #MLDSpot memiliki lebih dari 1juta timeline deliveries dengan total tweet sebanyak lebih dari 300 tweets.
Hashtag ini juga menggunakan hashtag lain untuk promosi kegiatan mereka seperti #MLDJazzProject (73%), JavaJazz2016 (15%), dan #JJF2016 (13%).

Kontributor yang menyumbangkan timeline deliveries tertinggi antara lain: @mldspot, @ESQIEF, dan @PutriGrimaldy (Jurnalis CNN).
Sedangkan pada platform instagram, kontributor yang menyumbangkan jangkauan yang cukup berpengaruh berasal dari akun @novanisco (dj), @ayuangels30, dan @janethetty.

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa industri rokok, dengan menggunakan sosial media mampu menjangkau jutaan orang dalam mempromosikan produk mereka. Saat ini, pengguna sosial media seperti twitter dan instagram merupakan generasi muda. Industri rokok menyadari bahwa target sasaran mereka adalah pengguna platform ini. Dengan membuat sebuah hashtag tertentu yang merepresentasikan produk rokok, industri rokok menggunakan akun anak muda dan event sebagai kendaraan untuk melakukan “branding” produk mereka. Cara ini dapat dengan mudah menjangkau anak-anak dan mereka tanpa sadar telah menjadi alat promosi produk rokok tanpa bayaran.

Industri rokok sejak lama mengetahui bahwa produk yang mereka jual adalah produk yang mematikan. Dengan menyamarkan bahayanya melalui promosi yang melekat pada event seperti musik, industri dapat dengan mudah mendapatkan calon perokok baru yang sekaligus dapat dijadikan kendaraan promosi lewat sosial media secara cuma-cuma. Saat ini, sudah banyak pemerintah daerah yang mulai melakukan pengaturan ketat terhadap iklan rokok di luar ruang, seperti billboard dan populernya peraturan Kawasan Tanpa Rokok. Dengan demikian, industri perlu mencari media baru yang dapat digunakan sebagai pengganti alat promosi mereka yang mulai diatur secara ketat. Jika industri rokok harus membayar ratusan bahkan triliunan rupiah untuk memasang iklan produk mereka di billboard dan iklan televisi, sosial media menjadi alat yang secara mudah dan murah untuk digunakan. Mereka yang datang pada kegiatan yang disponsori industri rokok akan menggunakan hashtag dan foto-foto khas promosi produk rokok dan secara sukarela mereka sebarkan lewat sosial media, menjadi alat promosi produk rokok secara gratis.